Subhanallah

Subhanallah

Minggu, 12 Mei 2013

PEMANENAN KELAPA SAWIT


PEMANENAN KELAPA SAWIT

I.    DESKRIPSI
Bahan ajar ini akan membahas tentang berbagai kegiatan yang dilakukan dalam proses pemanenan buah kelapa sawit. Kegiatan pemanenan merupakan kegiatan pokok yang merupakan tujuan budidaya tanaman kelapa sawit yang ditunjang dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Beberapa kegiatan dalam pemanenan akan dijelaskan dalam bahan ajar ini sebagai penunjang jalannya kegiatan pemanenan yang diawali dari identifikasi waktu pelaksanaan panen hingga pengangkutan tandan buah sebagai hasil panen ke pabrik kelapa sawit.

II.   KOMPETENSI  DASAR
Mahasiswa dapat menjelaskan kegitan-kegiatan terkait pemanenan tanaman kelapa sawit.(C3)

III.  TUJUAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan mempelajari perkembangan buah kelapa sawit, perhitungan taksasi panen kelapa sawit, kriteria matang panen buah kelapa sawit, berbagai kegiatan yang dilakukan saat panen dan kegiatan dalam penjaminan mutu panen dengan baik dan benar setelah membaca bahan ajar ini.

IV.INDIKATOR
1.    Menjelaskan organisasi persiapan panen
2.    Menjelaskan tentang kriteria matang panen
3.    menjelaskan rotasi panen
4.    menjelaskan taksasi produksi
5.    menjelaskan pelaksanaan panen kelapa sawit
6.    menjelaskan pengawasan panen kelapa sawit

V.           URAIAN MATERI
Panen buah kelapa sawit adalah kegiatan pemotongan tandan buah dari pohon hingga pengangkutan ke pabrik. Secara umum pengelolaan panen adalah bagaimana menentukan panen yang tepat untuk mendapatkan kadar minyak yang tinggi dengan kadar ALB (asam lemak bebas) yang rendah. Tanaman kelapa sawit mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Tandan buah dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah  matang panen, yang dilapangan diperkirakan dalam  5  pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Penentuan waktu panen yang tepat diidentifikasi dengan penentuan kriteria matang panen yang dapat diketahui dengan mengetahui perkembangan buah kelapa sawit.


1.  Organisasi panen
Organisasi panen meliputi pengaturan regu panen, persiapan peralatan panen dan hanca panen.
-         Regu panen terdiri dari 1 orang mandor panen, 1 orang pengumpul hasil, 15-20 orang pemanen. Setiap pemanen bersama dengan memungut brondolan yang bertugas memungut brondolan dan  mengangkut buah ke TPH.
-         Peralatan panen meliputi: Chisel, Pikulan dan bakul
-         Hanca panen tergantung pada kemampuan pemanen  dan kerapatan pohon. Umumnya kemampuan tiap pemanen adalah 2-2,5 Ha dengan kerapatan pohon 130 phn/ha

2.  Kriteria matang panen
Kriteria matang panen diidentifikasikan dengan pengetahuan dasar tentang perkembangan buah kelapa sawit. Perkembangan buah kelapa sawit dimulai dari terjadinya penyerbukan buah kelapa sawit hingga masak  panen yang membutuhkan waktu 5,5 bulan. Masa resertif bunga betina kelapa sawit terjadi selama 3-4 hari setelah bunga mekar, sedangkan pada bunga jantan akan menghasilkan pollen 2-3 hari setelah seludang membuka, pada kondisi tersebut viabilitas pollen optimal, kondisi ini biasanya ditandai dengan aroma yang harum. Tahapan perkembangan buah kelapa sawit sebagai berikut:
a.    A N T H E S I S
Anthesis berumur 10 hari setelah seludang terbuka, daging buah belum ada, cangkang belum ada, inti belum ada, embrio belum terbentuk.
b.    P  U  T  I  K
Putik berumur 1 bulan setelah seludang terbuka , keadaan tandan ada Buah kecil terbentuk pada tandan, daging buah Putik Kehijauan lunak dan berair; cangkang putih dan lembut; inti berupa cairan; Embrio belum terlihat.
c.     C E N G K I R
Cengkir berumur 2 bulan setelah seludang terbuka; keadaan tandan muda; daging buah putih kehijauan; cangkang putih agak keras; inti seperti agaragar; embrio belum terlihat
d.    D E G A N
Degan berumur 3 bulan setelah seludang terbuka; keadaan tandan sebagai tandan muda; daging buah kuning kehijauan; cangkang coklat muda keras; inti mulai mengeras; embrio berupa titik putih
e.    FRAKSI 00
Fraksi - 00 berumur 4 bulan setelah seludang terbuka; keadaan tandan berupa tandan mentah; daging buah kuning kemerahan, cangkang coklat keras; inti putih keras; embrio berumur normal 3,5 mm.
f.      FRAKSI 0
Faksi – 0 berumur 5 bulan setelah seludang terbuka; keadaan tandan berupa tandan masak; daging buah berwarna  merah kekuningan; Cangkang berwarna coklat tua keras, inti  putih keras; embrio normal 3,5 mm

kriteria matang panen kelapa sawit ditentukan dengan melihat perubahan warna dan buah yang membrondol dari tandan. Ciri tandan matang panen dari perubahan warna adalah telah berubahnya warna buah dari  warna kehitaman/ungu menjadi orange. Matang panen dari ciri brondolan sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh (brondolan) dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari  tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. Disamping itu ada kriteria lain tandan buah yang dapat dipanen apabila tanaman berumur kurang dari 10 tahun, jumlah brondolan yang jatuh kurang lebih 10 butir, jika tanaman berumur lebih dari 10 tahun, jumlah brondolan yang jatuh sekitar 15-20 butir.

   Tabel 1. Fraksi matang panen pada tanaman kelapa sawit
Fraksi Panen
Kriteria matang panen
Derajat kematangan
00
Tidak ada buah membrondol, warna buah hitam pekat
Sangat mentah
0
1 – 12,5 % buah luar membrondol, warna buah hitam kemerahan
Mentah
1
12,5 – 25 % buah luar membrondol, warna buah kemerahan
Kurang matang
2
25 – 50 % buah luar membrondol, warna buah merah mengkilat
Matang
3
50 – 75 % buah luar membrondol, warna buah orange
Matang
4
75 – 100 % buah luar membrondol, Warna buah dominan orange
Lewat matang
5
Buah bagian dalam ikut membrondol
Lewat matang
Sumber :Riniarti dan Utoyo (2012)

3.    Rotasi panen
Rotasi adalah: waktu yg di perlukan antara panen terakhir dan panen berikutnya pada tempat yg sama. Rotasi panen berhubungan dengan kerapatan panen atau jumlah pohon yang dapat dipanen dalam luasan tertentu. Rotasi panen kelapa sawit pada umumnya adalah 5/7yang artinya 5 hari panen dengan rotasi 7 hari. Rotasi yang terlalu tinggi akan menyebabkan buah kelewat matang dan menyebabkan minyak memiliki kadar ALB yang tinggi. Rotasi yang terlalu sering akan menyebabkan kurang efisiennya kegiatan panen karena buah belum masak.

4.    Taksasi Produksi
Taksasi produksi adalah suatu perkiraan produksi hasil tanaman yang dibudidayakan. Taksasi produksi pada kelapa sawit dilakukan untuk memperkirakan produksi 6 bulan, 3 bulan dan 1 bulan yang akan datang atau 1 hari sebelum panen.
Fungsi taksasi panen adalah untuk memprediksi angka kerapatan panen, menentukan dan mengatur kebutuhan tenaga kerja, penyediaan sarana transportasi atau angkutan panen.
Taksasi panen dilakukan pada tanaman dengan umur yang seragam. Dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan juni dan desember. Penghitungan diambil secara sample sebanyak 5 % dari populasi tanaman.
Perhitungan taksasi panen kelapa sawit:

A.   jumlah tandan buah rata-rata tiap tanaman sampel (B)
Jumlah total tandan buah masing-masing umur buah
Jumlah tanaman sampel
B.   jumlah tandan buah tiap Ha
A x Populasi tanaman tiap Ha

C.   produksi TBS tiap Ha (C)
B x bobot TBS

5.    Pelaksanaan panen
Standar panen. Standar panen kelapa sawit meliputi penetapan tandan buah dapat dipanen terkait penanganan setelah panennya. Pertimbangan jauhnya jarak pabrik dan terbatasnya kapasitas penampungan pabrik dapat menjadi pertimbangan sistem panen yang dipakai. Contoh standar panen yang digunakan seperti ketentuan dibawah ini:
1.    Tandan buah matang harus mempuyai sedikitnya 1 brondolan di piringan sebgai tanda buah tersebt siap di panen
2.    Pelepah yg di tunas di potong dan di susun rapi pd gawangan
3.    Rotasi panen di pertahankan pada interval 7-10 hari
4.    TBS di brondolan di susun rapi di tph (tempat pemungutan hasil) untk pengangkutn ke pabrik
5.    Tangkai buah di potong dan seluruh kotoran tandan (tbs) di bersihkan sblm pengangkutan
6.    Tingkat ekstasi minyak >22% dan kandungan ABL <2 span="">
Cara panen. Dalam proses panen dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan
1. memotong tandan
dipotong sedekat mungkin dengan pangkalnya, maksimal 2 cm
2. menganbil/mendodos buah yang telah siap untuk dipanen
3. mengutip brondolan hasil dari rontokan panen
4. mengangkut hasil panen ke TPH (tempat pengumpulan hasil)
Pengangkutan hasil. pengangkutan meliputi pengumpulan brondolan dan tandan buah segar dari pokok tanaman sawit ke TPH dan pengangkutan ke pabrik. TBS secepat mungkin di bawah ke pabrik untuk tujuan penjaminan mutu
Pemeriksaan. meliputi kegiatan pemeriksaan panen buah yang bertujuan agar mutu ancak dan buah dapat dijaga pemeriksaan yang dilakukan dilapangan meliputi buah matang yang dipanen, brondolan tidak dikutip, tandan matang tidak diangkut ke TPH, pelepah sengkleh dan rumpuk, brondolan hitam-hitam dan busuk dan kondisi pokok. pemeriksaan di TPH meliputi jumlah buah yang dipanen, buah mentah, buah kurang matang, buah matang, buah busuk, atau buah lewat matang dan panjangnya gagang.

VI.   RANGKUMAN MATERI
Pemanenan dalam budidaya tanaman kelapa sawit meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan prediksi waktu pelaksanaan panen dengan mengidentifikasi kematangan buah yang dapat diketahui dari pengkriteriaan buah kelapa sawit dengan bekal pengetahuan perkembangan buah kelapa sawit. Dalam pelaksanaan panen pemenuhan sarana panen ditaksir dengan taksasi panen dari perhitungan tersebut kita dapat menentukan berapa banyak pemanen, alat yang dibutuhkan dan sarana transportasi yang diperlukan. Pelaksanaan panen memungkinkan untuk mengetahui bagaimana panen dilakukan, dari pemotongan tandan hingga pengumpulan brondolan. Sedangkan untuk kegiatan pemeriksaan merupakan point kegiatan yang dilakukan untuk penjaminan mutu panen yang dilakukan di area ancak atau lapangan dan di TPH.

VII. LAMPIRAN
https://docs.google.com/file/d/0B_SFKhk_PfJlY1kyVWxsbU1ySHc/edit?usp=sharing

VIII.  EVALUASI

A.   Tugas

1. Pada keadaan yang seperti apa tanaman kelapa sawit harus dilakukan kastrasi ?
2. data perkebangan buah kelapa sawit









hitung taksasi panen data diatas dari 0 bulan hingga 5 bulan kedepan jika jarak tanam sawit 9 m x 9 m x 9 m, dengan berat tandan segar berkisar 5 kg.

B.   Tes Formatif
1.    Sebutkan hal apa saja yang harus diketahui dalam kegiatan taksasi panen kelapa sawit !
2.    Jelaskan tujuan pemeriksaan yang dilakukan dalam pemanenan buah kelapa sawit baik yang dilakukan di lapangan dan di TPH ! Sebutkan poin-pon pemeriksaannya !



DAFTAR PUSTAKA
Kiswanto, Purwanta, Jamhari Hadi Purwanta dan bambang Wijayanto. (2008). Teknologi Budidaya Kelapa Sawit. Lampung: Balai Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. http://lampung.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/publikasi/sawit.pdf diakses tanggal 2 mei 2013

M Ragis, Rio dan Hariyadi. (2008). Manajemen Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Gunung Kemasan Estate, Pt. Bersama Sejahtera Sakti, Minamas Plantation,Pulau Laut, Kalimantan Selatan (Online) http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/35922/Makalah%20Seminar%20Departemen%20Agronomi%20dan%20Hortikultura%20Rio.pdf?sequence=1. Diakses tanggal 2 mei 2013

Riniarti, Dewi dan Bambang Utoyo. (2012). Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Malang: Wineka Media.

Wahyudi, Roni. (2013). Panen dan Proses Panen Kelapa Sawit. (Online) http://mentari-dunia.blogspot.com/2013/02/panen-dan-proses-panen-kelapa-sawit.html diakses tanggal 2 mei 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

diharapkan masukannya, agar lebih baik lagi ^_^,,